Rabu, 16 Desember 2009

Surat dari Seorang Sahabat



Dear Andi,

Kita adalah RAJA dari pikiran
kita sendiri.

Oleh sebab itu usahakanlah selalu
berprasangka positif, dan hindari
pikiran negatif.

Sebagai 'raja' yang baik, kita
harus mampu untuk slalu memilih
respon positif, meski di tengah
lingkungan paling buruk sekalipun!

Jangan pernah berkata atau merasa
'aku gak layak..' Bercita-citalah
yang besar... berpikirlah maju!

Kita tidak diciptakan untuk menjadi
kalah, tapi diciptakan untuk
memberikan kemenangan! :-)

Salam Luar Biasa dari sahabatmu, lebih lengkap....

Kamis, 12 November 2009

Pemimpin Sejati



Pemimpin Sejati, yaitu

1. Visioner: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.
2. Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya.
Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri,
namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang
dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.
3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous): Banyak hal yang harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.
4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan: Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya.

Persyaratan Pemimpin
Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat:
1. S1DDIQ artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan
2. FATHONAH artinya jerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional
3. AMANAH artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel
4. TABLIGH artinya senantiasa menyammpaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif. lebih lengkap....

Rabu, 11 November 2009

DNA

Komputer Berbasis DNA
394 x 545 - 34k - gif
spektrumku.wordpress.com
Ribbons 'dna'
610 x 488 - 36k - gif
csb.yale.edu
DNA testing for
500 x 325 - 29k - jpg
1in100.wordpress.com
Apa Itu Tes DNA?
640 x 640 - 71k - jpg
hendriusman.wordpress.com
The DNA double helix.
354 x 454 - 24k - gif
scq.ubc.ca
DNA with Phosphate
300 x 300 - 95k - jpg
3dscience.com
of DNA—profoundly
298 x 386 - 31k - jpg
pbs.org
dna - Molecular Biology
1600 x 1200 - 343k - jpg
molecularstation.com
DNA
350 x 335 - 16k - gif
news.bbc.co.uk
DNA
358 x 382 - 23k - gif
med.mui.ac.ir
DNA
400 x 400 - 60k - jpg
ghr.nlm.nih.gov
Right Handed DNA Hall
360 x 480 - 52k - jpg
ccrnp.ncifcrf.gov
DNA strands
1590 x 3525 - 307k - jpg
users.utu.fi
Structure of DNA Double
400 x 352 - 11k - gif
chemistry.oregonstate.edu
Mengenal DNA dan RNA
330 x 476 - 18k - gif
gurungeblog.wordpress.com
DNA Replicating Itself
450 x 450 - 9k - gif
accessexcellence.org
Last Updated: DNA
500 x 375 - 100k - jpg
sr.burnham.org
A gene Each DNA
450 x 450 - 27k - gif
science.uwaterloo.ca
DNA
326 x 624 - 51k - jpg
www-jmg.ch.cam.ac.uk
03-PS101-2~DNA-Posters
400 x 299 - 42k - jpg
parmacityschools.org
lebih lengkap....

DNA Juga Bisa Memacu Potensi Diri, lho...



DNA Juga Bisa Memacu Potensi Diri, lho...

Kamis, 10 September 2009 | 12:24 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Deoxyribunucleic Acid (DNA) selama ini selalu dikenal untuk mengidentifikasi garis keturunan. Padahal, DNA tak hanya bisa dipelajari dari sisi medis. Psikolog Miriati, Psi, mengungkapkan, DNA juga bisa disorot dari ilmu Psikologi. Apa manfaatnya? Ternyata, DNA bisa dioptimalkan untuk membangkitkan potensi diri. Mau tahu, bagaimana mengaktifkan DNA?

DNA terdiri dari zat kimia yang sifatnya basah yaitu adenine, guanine, cytosine dan thymine yang melekat pada fosfor dan gula. Bentuknya seperti tangga elips, memutar. Menurut Miriati, setiap manusia memiliki DNA/gen yang mempunyai potensi serupa. Memberikan pengaruh positif atau negatif, tergantung bagaimana pengaktifan oleh masing-masing individu.

"DNA itu terdapat di setiap inti sel tubuh. Semua manusia memilikinya. Perbedaannya, hanya karena masing-masing punya pilihan dan keinginan yang berbeda. Selain itu disebabkan masih adanya gen yang padat dan belum mencair. Sehingga, perlu di- on -kan," ujar Miriati, pada diskusi Mengoptimalkan Potensi Diri melalui Pengaktifan DNA/Gen, di MP Book Point, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

"Dengan kehadiran gen/DNA, setiap orang punya bakat dan potensi yang sama. Catatannya, harus membuka diri dengan berbagai kesempatan," lanjutnya.

Miriati mencontohkan, sikap penolakan selalu menjadi respon awal bila disodorkan sebuah kesempatan. Padahal, tawaran ini seharusnya direspon secara positif dan yakin bahwa setiap orang bisa melakukannya, meskipun tanpa pengalaman. Ketika kesempatan direspon positif, jelas Miriati, maka gen akan hidup.

"Setiap orang punya potensi, berapapun usianya. Untuk memaksimalkan potensi, setiap orang harus berpikir positif, bahwa dia bisa. Setiap orang punya muatan gen yang sama, tergantung bisa dibuka atau tidak. Kalau negative thinking , gen tidak akan terbuka," papar Miriati.

Bagaimana mengaktifkan DNA untuk potensi diri?

Ada beberapa cara untuk mengaktifkan DNA. Miriati memaparkan, setidaknya ada 6 karakter positif yang bisa ditumbuhkan pada setiap individu. Pertama, membuka diri untuk menyerap wawasan yang luas. Wawasan yang luas akan merangsang keinginan. Kedua, dengan keinginan atau dreams, bisa membangkitkan energi positif dalam diri.

Tak hanya dari diri sendiri, menghidupkan DNA juga bisa distimulus dari lingkungan sekitar. Cara ketiga, menginspirasi momen yang dijumpai.

"Seseorang bisa mengandalkan dirinya sendiri dengan apa yang ada didirinya. Dimanapun, kita bisa terinspirasi asal dalam hidup menghadirkan consciousness sehingga kita bisa memaknai suatu peristiwa," ujarnya.

Keempat, selalu berpikir positif, grab it first and do it ! Artinya, selalu berpikir positif atas setiap kesempatan baru. Dan kelima, selalu melakukan latihan terus menerus sehingga pengaktifan DNA akan bisa dimunculkan secara spontan dan berimplikasi positif bagi potensi diri.

Miriati juga mengingatkan, jika memiliki mimpi atau keinginan, berbagilah dengan orang-orang yang diyakini bisa memberikan dorongan. Dorongan positif yang yang didapatkan akan memacu DNA aktif. "Jangan cerita sama orang yang belum-belum sudah memadamkan semangat Anda," kata Miriati. lebih lengkap....

20 sifat Pemimpin yang Efektif



Sifat-sifat pemimpin yang efektif menurut Kouzes & Posner (2002) adalah

sebagai berikut 20 yaitu:

(1) jujur,

(2) memandang jauh ke depan,

(3) memberikan inspirasi,

(4) cakap,

(5) berpikiran adil,

(6) mau memberi dukungan,

(7) berpikiran luas,

(8) cerdas,

(9) lugas,

(10) dapat diandalkan,

(11) berani,

(12) mau bekerjasama,

(13) mempunyai imajinasi,

(14) peduli,

(15) bertekad kuat,

(16) dewasa,

(17) ambisius,

(18) setia,
(19) dapat mengendalikan diri, dan

(20) mandiri.

Keduapuluh sifat di atas berdasarkan penelitian Kouzes & Posner terhadap 20.000 pemimpin sebagai responden di empat benua. Dari ke-20 sifat-sifat pemimpin yang ditemukan, mayoritas responden memilih empat sifat teratas yang harus dimiliki pemimpin yang efektif yaitu: (1) jujur, (2) memandang jauh ke depan, (3) mampu memberikan inspirasi, dan (4) kompeten. Kejujuran menimbulkan kepercayaan (trust). lebih lengkap....

Selasa, 10 November 2009




------------------ Funny Stuff|Funny Scraps ------------------
lebih lengkap....

Rabu, 28 Oktober 2009

Pengakuan Kejayaan Indonesia oleh Bangsa Yunani Kuno




Penamaan Indonesia sebagai negeri yang diberkati berdasarkan data-data yang ditulis oleh Claudius Ptolemeus, ahli geografi ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah ini dalam karyanya Geographike Hyphegesis (Hilmy Bakar Almascaty:2008).
Menurut Almascaty, seorang sejarawan terkemuka Universitas Kebangsaan Malaysia, bahwa fokus area Indonesia yang dimaksud itu adalah Taprobana yang ada di wilayah Sumatera. Di kalangan bangsa Yunani purba, Sumatera sudah dikenal dengan Taprobana.

Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Claudius Ptolemeus ketika dia menguraikan daerah ini dalam karyanya Geographike Hyphegesis. Ptolemaios menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri yang menjadi jalan ke Tiongkok, sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.
Lambang Kemewahan
Abbas, Jalalain, al-Qurthubi, Ibn Katsir dan lain-lainnya, mengartikan kafur sebagai campuran dari minuman yang meyehatkan, nikmat, yang dapat membuat tenang dan biasanya dijadikan obat. Walaupun ada yang menyebutkan sebagai nama mata air di syurga. Pendapat pertama lebih banyak dirujuk mengingat penggunaan kafur yang sudah umum sebagai bahan obat-obatan, wangi-wangian dan bahan perisai di dunia Arab pra-Islam seperti di Alexenderia Mesir dan lainnya.
Namun hampir semuanya sepakat bahwa kata ini bukan asli bahasa Arab, sebagaimana disebutkan Ibn Manzhur dalam Lisan al-Arab karena tidak ditemukan dalam bahasa Arab Jahiliyah atau bahasa Arab purba. Maka dengan demikian, tidak diragukan bahwa kata kafur yang dimaksudkan Al Quran adalah kapur dari Barus, daerah ujung barat pulau Sumatera sebagai lambang kemewahan pada zaman itu.

Data lainnya adalah Priyatna Abdurrasyid (2009), Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Perancis, menyebutkan bahwa cerita Plato (427 - 347 SM) tentang wilayah Atlantis yang merupakan pusat peradaban dunia pada awal peradaban manusia adalah Indonesia.
Menurut Abdurrasyid, Santosa menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia.

Sementara Robert Dick-Read (2008) penulis buku Penjelajah Bahari, Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika, menunjukkan bukti-bukti arkeologis tentang kejayaan dan peradaban nusantara sekitar 3000 SM. Di abad ini ras Mongol berbahasa Austronesia ke kepulauan Indonesia menggunakan kano-kano dari Formosa, Taiwan.
Mereka datang ke Swarnadwipa (Pulau Emas, yang dikenal Sriwijaya) dengan alasan selain karena negeri ini kaya raya dengan hasil buminya mulai dari tambang emas hingga rempah-rempah tetapi juga terkenal dengan kemahiranya dalam berlaut. Robert Dick-Read bahkan menyebutkan bahwa bangsa China belajar tekhnologi kapal dari para teknokrat Sriwijaya.
Hanya kapal buatan teknokrat Sriwijaya yang bisa dipakai melintasi antarsamudera. Oleh karena armada laut kerajaan Sriwijaya sangat disegani oleh dunia pada awal peradaban dunia ini. Kepiawian para armada laut nusantara ini digambarkan sebagai burung-burung lautan: Cepat, sigap tangkas, berani mengarungi samudera menjangkau negara negara besar lainnya seperti Mesir China, Persia, India, Romawi dan Afrika.

Burung Laut
Sebagai bukti transaski nusantara dengan negara-negara tersebut, Read menggambarkan bahwa 4000 tahun lalu, jejak pelaut Indonesia terekam di kerajaan Mesir, Fir'aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog menunjukkan bahwa Mesir mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari nusantara dengan ditemukannya sebuah wadah wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah oleh Giorgio Buccellati.
Bangsa China saat itu mahir dalam banyak hal, kecuali satu, yakni bidang kelautan. Robert juga menjelaskan masyarakat Madagaskar berbicara dalam bahasa asing, yang mempunyai kemiripan dengan akar bahasa Austronesia, mirip dengan bahasa pedalaman muara sungai Barito Kalimantan dan orang-orang Bajo. Selain itu, mereka menggunakan kano-kano besar bercadik dalam mengarungi samudera.

Armada laut yang perkasa itu adalah para Bajau, disebut juga Bajo, Baju, Waju, atau Bajoo. "Mereka mengarungi lautan seperti layaknya burung-burung laut," kata pelancong bernama Rayomond Kennedy.
Orang Bajo disebut berasal dari Sulawesi, memiliki kekerabatan dengan tau-Wugi. Meski berasal dari Bugis, kebiasaan-kebiasaanya bervariasi, tergantung tempat yang ia diami. Mereka mampu beradaptasi dan dengan cepat menguasai bahasa penduduk lokal.
Orang Bajo ada yang tinggal di perahu kecil atau rumah terapung. Mereka dilahirkan, tinggal, makan, tumbuh, dan meninggal di perahunya. Ada juga yang tinggal di kapal bercadik yang memiliki tiga atau empat penyangga.

Jika orang Bajo telah berlayar dan berdagang secara trampil hingga ke tempat-tempat jauh, sementara orang Bugis memiliki kemampuan sebagai pemimpin angkatan laut. Bangsa Bugis digambarkan sebagai bangsa yang "sentrifugal".
Maksudnya mereka mengirim anggota-anggotanya keluar lembah dan pulau tempat mereka tinggal, untuk mendorong mereka bekerja keras mencari kejayaan dan kebijaksanaan. Makanya, hingga kini koloni orang Bugis masih terdapat di pesisir-pesisir pantai beberapa pulau di Indonesia.

Selain itu, bangsa Bugis mempunyai nilai sebagai pedagang sekaligus prajurit yang setia. Selama berabad-abad mereka merupakan pemain utama pengangkutan rempah-rempah, cendana, mutiara, damar, sarang burung walet, sagu, dan sirip ikan hiu yang telah dikeringkan.
Bugis berhasil menciptakan koloni bahari yang sukses, mampu mendirikan pos-pos perdagangan hampir di setiap pelabuhan Indonesia. Pada abad ke-17, mereka mampu mengambil kerajaan Johor, dalam kurun waktu 1820-1830, bangsa Bugis sudah memiliki koloni pada masa pembentukan Singapura.

Pemaparan Read ini sangat bertentangan dengan kesimpulan Christian Pelras dalam, Manusia Bugis yang menyebutkan bahwa manusia bugis bukanlah pelaut ulung.
Hal yang cukup menggembirakan adalah bangsa Bugis adalah bangsa yang beradab. "Masyarakat Bugis yang datang tiap tahun untuk berdagang di Sumatra dianggap sebagai teladan dalam cara bersikap oleh penduduk lokal. Bangsa Melayu membuat pantun-pantun yang memuji pencapaian mereka, dalam hal keberanian mengarungi laut, serta semangat yang ditampilkan ketika membelajankan barang bawaannya," kata seorang pelancong para 1792.
Pemaparan di atas menunjukkan bahwa pertama, kejayaan nusantara di masa lalu adalah selain dengan kekayaan sumber alam yang dimilikinya juga di dukung oleh kekuatan armada laut yang cukup disegani. Kedua, sejak dulu penduduk nusantara sudah menjalin hubungan yang harmonis antara penghuni pulau yang satu dengan lainnya. Ketiga, adanya saling dukung dan komitmen dengan tugas dan peran masing-masing.

Jika Indonesia sekarang terpuruk, apa dan siapa yang harus dipersalahkan? Bukankah sudah ada jaminan bahwa negeri Indonesia adalah tanah yang diberkati, fakta sejarah membuktikan kebesaran nusantara, sumber kekayaan alam yang melimpah, serta genetika manusia unggul: pemberani, tangkas, dan cerdas! Pertanyaan besar di hari kemerdekaan yang ke-64:Mengapa Indonesia masih terpuruk?***

"dikutip dari Tribun Timur" lebih lengkap....