Selasa, 20 Oktober 2009

Memupuk Jiwa kewirausahaan


Purdi E Chandra Sambangi Palembang

MENGHADAPI dan menjawab kondisi Ekonomi yang cenderung berfluktuasi (tidak menentu) sekarang ini, Miliarder asal Jogja, Purdi E Chandra hadir membawa angin segar dengan Entrepreneur University (EU). Yaitu, sebuah lembaga pendidikan non formal dibawah naungan Primagama Group yang didirikan pada awal tahun 2000.
Melalui triknya yang terkenal gila, Purdi akan menyambangi Palembang untuk promo sekaligus menggelar seminar road show íPendidikan EUí pada Kamis (18/10) di Hotel Classie. Penerima MURI Award bidang Pendidikan Kewirausahaan pertama di Indonesia yang telah berhasil melahirkan ribuan pengusaha itu akan mengangkat tema íCara Gila Jadi Pengusahaí. Semua orang berpotensi menjadi sukses dan kaya. Permasalahannya, jarang orang yang mau belajar dan berani mengambil resiko demi kesuksesan. Mereka lebih banyak berfikir sebelum membuka usaha. Sehingga muncul pertanyaan mengapa orang itu sulit dalam membuka usaha. Akhirnya banyak alasan yang sengaja dicari-cari untuk dijadikan alasan pembenar bahwa memulai usaha itu harus punya modal, ada tempat, sarana dan lain sebagainya,î katanya.
Jika memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship), lanjut dia, maka persoalan semacam itu bisa diatasi. Dan pada akhirnya menyadari bahwa sesungguhnya memulai usaha itu tidak sesulit seperti yang dibayangkan. îSiapapun anda yang ingin mengembangkan diri menjadi pengusaha maupun pemimpin handal dan tangguh di masa depan, dapat bergabung bersama EU.
Direktur Utama Entrepreneur University, Ir In Ayustana menambahkan, EU sebagai wadah pendidikan kewiraswastaan non formal pertama di Indonesia telah berkembang di berbagai propinsi, kabupaten dan kota. Termasuk juga Palembang yang telah menghasilkan ratusan pengusaha dari 8 angkatan Alumnus EU.
Katanya, dda sejumlah keunikan yang terdapat di EU. Diantaranya, tanpa Nilai, tanpa Ujian, tanpa Akreditasi, tanpa Status, tanpa Ijazah dan di Wisuda setelah jadi pengusaha. îMateri yang diajarkan di program kewirausahaan EU bukan teori manajemen sebagaimana biasa diajarkan disekolah bisnis, tapi teori yang lebih mengarah pada pembentukan jiwa entrepreneur,î tuturnya.
Meliputi kecerdasan adversity, kecerdasan spiritual, kecerdasan finansial, merubah mindset dari otak kiri ke otak kanan, kreatifitas dan intuisi. (rel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar